MMSMKN1AA

JARINGAN LOKAL

Posted on: Januari 6, 2011

JARINGAN LOKAL

A.TUJUAN:

Setelah selesai melaksanakan praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu:
a)Menginstalasi hardware jaringan LAN dengan baik dan benar.
b)Memahami fungsi dan peranan protocol pada jaringan computer.
c)Melakukan pengalamatan (IP Address) pada komputer jaringan.
d)Membangun dan mengkonfigurasi jaringan peer to peer.
e)Membangun dan mengkonfigurasi jaringan LAN sederhana.

B.TEORI SINGKAT:

1.Instalasi Perangkat Keras
LAN tersusun dari beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software. Komponen hardware meliputi: Personal Computer (PC), Network Interface card (NIC) dan kabel. Sedangkan komponen software meliputi: Sistem operasi jaringan, network adapter driver, protocol jaringan.

a.Personal Komputer
Tipe personal computer yang digunakan di dalam jaringan akan sangat menentukan unjuk kerja dari jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dalam jaringan dengan cepat. Di dalam jaringan tipe Client-server, komputer yang difungsikan sebagai server mutlak harus memiliki unjuk kerja lebih tinggi dibandingkan komputer-komputer lain sebagai workstation-nya, karena server akan bertugas menyediakan fasilitas dan mengelola operasional jaringan tersebut.

b.Network Interface Card (NIC) / LAN Card
Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe Network Interface Card (NIC) atau Network Card yaitu ISA dan PCI. Saat ini jenis network card yang banyak digunakan yaitu PCI. Kartu jaringan (NIC/LAN Card) adalah seperangkat papan circuit yang ditancapkan pada motherboard sebuah PC yang berfungsi untuk menghubungkan komputer dengan media jaringan.

c.Pengkabelan
Jaringan komputer pada dasarnya adalah jaringan kabel, menghubungkan satu sisi dengan sisi yang lain, Seiring dengan perkembangan teknologi, penghubung antar komputer pun mengalami perubahan serupa, mulai dari teknologi telegraf yang memanfaatkan gelombang radio hingga teknologi serat optik dan laser menjadi tumpuan perkembangan jaringan computer. Hingga sekarang, teknologi jaringan komputer bisa menggunakan teknologi “kelas” museum (seperti 10 BASE2 menggunakan kabel Coxial) hingga menggunakan teknologi “langit” (seperti laser dan serat optik). Akan dibahas sedikit bagaimana komputer terhubung satu sama lain, mulai dari teknologi kabel Coaxial hingga teknologi laser. Pemilihan jenis kabel sangat terkait erat dengan topologi jaringan yang digunakan. Sebagai contoh untuk jenis topologi Ring umumnya menggunakan kabel Fiber Optik (walaupun ada juga yang menggunakan twisted pair). Topologi Bus banyak menggunakan kabel Coaxial. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (Network interface Card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi jaringan Star banyak menggunakan jenis kabel UTP.

Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasi yang berbeda, oleh karena itu dibuatlah pengenalan tipe kabel. Ada tiga jenis kabel yang sering dikenal secara umum,yaitu:
a)Coaxial Over
b)Fiber Optik
c)Twisted Pair (UTP unshielded twisted pair dan STP shielded twisted pair)
Cross Over
Straight Trought
Roll Over

2.Protocol Jaringan/IP Address

IP address merupakan pengenalan yang digunakan untuk memberi alamat pada tiap-tiap komputer dalam jaringan. Format IP address adalah bilangan 32 bit yang tiap 8 bitnya dipisahkan oleh tanda titik. Adapun format IP address dapat berupa bentuk ‘biner’ (xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx dengan x merupakan bilangan biner). Atau dengan bentuk empat bilangan decimal dengan masing-masing dipisahkan oleh titik bentuk ini dikenal dengan ‘dotted decimal’ (xxx.xxx.xxx.xxx adapun xxx merupakan nilai dari satu octet/delapan bit).
Sebelumnya dikenal cara-cara pembagian IP address, dimana IP address (yang berjumlah sekitar 4 milyar) dibagi ke dalam lima kelas yakni:
Kelas A
Format : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit Pertama : 0
Panjang NetID : 8 bit
Panjang HostID : 24 bit
Byte pertama : 0-127
Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP : 16.777.214 IP Address pada setiap Kelas A
Deskripsi : diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar
Kelas B
Format : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama : 10
Panjang NetID : 16 bit
Panjang HostID : 16 bit
Byte pertama : 128-191
Jumlah : 16.384 kelas B
Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.532 IP address pada setiap Kelas B
Deskripsi : Dialokasikan untuk jaringan besar dan sedang

Kelas C
Format : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
Bit Pertama : 110
Panjang NetID : 24 bit
Panjang HostID : 8 bit
Byte Pertama : 192-223
Jumlah : 2.097.152 kelas C
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 223.255.255.xxx
Jumlah IP : 254 IP Address pada setiap Kelas C
Deskripsi : Digunakan untuk jaringan berukuran kecil

Kelas D
Forma : 1110mmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm.mmmmmmmm
Bit Pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Byte inisial : 224-247
Deskripsi : Kelas D digunakan untuk keperluan IP multicasting (RFC 1112)
Kelas E
Format : 1111rrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr.rrrrrrrr
Bit Pertama : 1111
Bit Cadangan : 248-255
Deskripsi : Kelas E dicadangkan untuk keperluan

eksperimental

Saat ini dikenal juga cara pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing (CDIR) (network/mask). Istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address yang menunjuk suatu jaringan secara lebih spesifik yakni: Network Prefix. Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP address digunakan tanda garis miring (Slash) “I”, diikuti dengan angka yang menunjukkan panjang network prefix ini dalam bit .

Misalnya, ketika menuliskan network kelas A dengan alokasi IP 12.xxx.xxx.xxx, network prefixnya dituliskan sebagai 12/8. Angka 8 menunjukkan notasi CIDR yang merupakan jumlah bit yang digunakan oleh network prefix, yang berarti netmasknya 255.0.0.0 dengan jumlah maksimum host pada jaringan sebanyak 16.777.214 node, contoh lain untuk menunjukkan suatu network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan:167.205/18. Angka 18 merupakan notasi 255.255.192.0 dengan jumlah maksimum host pada jaringan sebanyak 16.382 node.

a.Pengalokasian IP Address

IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID. Network ID menunjukkan nomor network, sedangkan host ID mengidentifikasi host dalam satu network. Pengalokasian IP Address pada dasarnya ialah proses memilih network ID dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP Address se-efisien mungkin. Terdapat beberapa aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID yang hendak digunakan. Aturan tersebut adalah:

Network ID 127.0.0.1 tidak dapat digunakan karena ia secara default digunakan dalam keperluan ‘loop-back’ adalah IP address yang digunakan komputer untuk menentukan dirinya sendiri)

Host ID tidak boleh semua bit nya diset 1 (contoh klas A: 126.255.255.255), karena akan diartikan sebagai alamat broadcast. ID broadcast merupakan alamat yang mewakili seluruh anggota jaringan. Pengiriman paket ke alamat ini akan menyebabkan paket ini didengarkan oleh seluruh anggota network tersebut.

Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0 ( seluruh bit diset 0 seperti 0.0.0.0), karena IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network adalah alamat yang digunakan untuk menunjuk suatu jaringan dan tidak menunjukkan suatu host.
Host ID harus unik dalam suatu network (dalam satu network, tidak boleh ada dua host dengan host ID yang sama).
IP Address,subnet mask,broadcast address merupakan dasar dari teknik routing di internet. Untuk memahami ini semua kemampuan matematika khususnya matematika Boolean, atau matematika binary akan sangat membantu memahami konsep routing Internet.

b.Alokasi IP Address di jaringan

Teknik subnet merupakan cara yang biasa digunakan untuk mengalokasikan sejumlah alamat IP di sebuah jaringan ( LAN atau WAN). Teknik subnet menjadi penting bila kita mempunyai alokasi IP yang terbatas misalnya hanya ada 200 IP yang akan didistribusikan ke beberapa LAN. Untuk memberikan gambaran, misalkan kita mempunyai alokasi alamat IP dari 192.168.1.0 s/d 192.168.1.255 untuk 254 host, maka parameter yang digunakan untuk alokasi tersebut adalah:

192.168.1.255 – broadcast address LAN
255.255.255.0 – subnet mask LAN
192.168.1.0 – network address LAN
192.168.1.25 – contoh IP salah satu workstation di LAN
Perhatikan bahwa:

Alamat IP pertama 192.168.1.0 tidak digunakan untuk workstation, tapi untuk menginformasikan bahwa LAN tersebut menggunakan alamat 192.168.1.0 istilah keren-nya alamat 192.168.1.0 disebut network address

Alamat IP terakhir 192.168.1.255 juga tidak digunkaan untuk workstation, karena digunakan untuk alamat broadcast. Alamat broadcast digunakan untuk memberikan informasi ke seluruh workstation yang berada di network 192.168.1.0 tersebut. Contoh informasi broadcast adalah informasi routing menggunakan Routing Information Protocol (RIP)

Subnet mask LAN 255.255.255.0 dalam bahasa yang sederhana dapat diterjemahkan bahwa setiap bit “I” menunjukkan posisi network address, sedang setiap bit “0” menunjukkan posisi host address.

Konsep network address dan host address menjadi penting sekali barkaitan erat dengann subnet mask. Perhatikan dari contoh di atas maka alamat yang digunakan adalah:
192.168.1.0 – network address
192.168.1.1 – host ke 1
192.168.1.2 – host ke 2
192.168.1.3 – host ke 3
……
192.168.1.254 – host ke 254
192.168.1.255 – broadcast address

Perhatikan bahwa angka 192.168.1 tidak pernah berubah sama sekali. Hal ini menyebabkan network address yang digunakan 192.168.1.0. Jika diperhatikan maka 192.168.1 terdiri dari 24 bit yang konstan tidak berubah, hanya 8 bit terakhir yang berubah memberikan identifikasi mesin yang mana. Tidak heran kalau netmask yang digunakan adalah ( binary) 11111111.11111111.11111111.00000000 (desimal) 255.255.255.0

Walaupun alamat IP workstation tetap, tetapi netmask yang digunakan di masing-masing router akan berubah-ubah bergantung pada posisi router dalam jaringan.

C.ALAT DAN BAHAN:

Adapun alat dan bahan yang diperlukan dalam praktikum ini adalah:
a)Personal Computer dua unit
b)LAN Card/NIC
c)Switch/Hub
d)Kabel Cross-Over
e)Kabel Straight/Trough

D.LANGKAH KERJA:

1.ontrol Panel pada komputer A dan komputer B, kemudian klik ganda Network Connections, maka akan tampil jendela sebagai berikut:

2.Klik kanan Local Area Connection, kemudian klik Properties, maka akan tampil jendela sebagai berikut:

3.Pilih Internet Protocol (TCP/IP), kemudian klik Properties, maka akan tampil jendela seperti di bawah:

4.Pilih Use the following IP Address, dan isi kolom seperti data di bawah ini:

Komputer A :

IP Address : 192.168.191.30
Subnet mask : 255.255.255.0

Komputer B :
IP Address : 192.168.191.31
Subnet mask : 255.255.255.0

5.Klik OK, akan tampil jendela seperti gambar di bawah ini, kemudian klik Close.

6.Untuk mencoba koneksi yang telah dibuat kita dapat melakukannya dengan memilih run pada komputer B, akan tampil jendela sebagai berikut:

7.Isi “Open” dengan ping 192.168.191.30, kemudian klik OK, maka akan tampil jendela sebagai berikut:

8.Lakukan sharing data dengan mengambil salah satu folder yang akan di sharing, klik kanan folder yang akan di sharing, maka akan tampil jendela seperti di bawah:

9.Periksa data yang di sharing dengan menggunakan run.

E.KESIMPULAN:

1.Jadi dengan jaringan peer to peer kita dapat men sharing data dari computer satu ke computer yang lainya.
2.Kabel LAn yang digunakan untuk menghubungkan dua computer adalah jenis cross
3.Saat mensetting ip address yang harus di perhatikan adalah net id harus sama.dan host id tidak boleh sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: